Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka

POTENSI DAERAH

8/4/20233 min read

Leuwimunding adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

SEJARAH DESA LEUWIMUNDING Ditulis : 03 April 2011 (sekelumit cerita) Oleh : Irawan Kurnia bin Supandi bin Emek Jaruki bin Tirta Karya bin Kedung

Pada zaman pemerintahan VOC, dukuh Leuwimunding membawahi empat wilayah Pendukuhan diantaranya : Dukuh Leuwimunding, Dukuh Lebak (Leuwikujang), Dukuh Cirabak (Mirat) dan Dukuh Cibatur / Buah Nyebrak (Ciparay). Keempat Dukuh tersebut diperintah oleh seorang Kokolot Dukuh yang bernama Buyut Dukuh, pada tahun 1803 M, Kuwu Buyut Dukuh berada dibawah pemerintahan di Dusun Tarikolot (Mirat).

Leuwimunding merupakan ibu kota Distrik / Kewedanaan yang membawahi beberapa Distrik / Kecamatan seperti : Kecamatan Leuwimunding, Kecamatan Rajagaluh dan Kecamatan Sukahaji.

Nama Leuwimunding sendiri diambil dari asal sebuah danau yang berada ditengah-tengah hutan belantara yaitu Sang Hyang Dora diwilayah pegunungan Kromong yang berbatasan dengan pabrik semen Palimanan sekarang ini. Selain airnya jernih air danau itu dapat diminum dan airnya tidak pernah kering meskipun di musim kemarau karena dikelilingi pohon-pohon besar yang umurnya sudah ratusan tahun. Di musim kemarau danau itu sering dipakai minum satwa liar diantaranya banyak Banteng hutan yang minum bahkan mandi berendam (guyang) di danau tersebut. Kata orang gunung mereka menyebut Banteng dengan sebutan “Munding” sehingga akhirnya danau tersebut disebut “Leuwimunding” yang artinya “Leuwi” berarti danau dan “Munding” berarti Banteng hutan.

Adapun lokasinya bekas danau alam itu adalah komplek gedung SMP membujur ke selatan sampai kantor Kecamatan Leuwimunding yang sekarang dipakai kantor PWRI, sementara kantor Kecamatan sekarang menggunakan bekas kantor Kewedanaan Leuwimunding.

Pada zaman pemerintahan Desa Bapak Uwa (1852-1976 M) komplek itu dipakai pasar dan kalau tiba musim pasaran para pedagang pasar itu penuh meluber memenuhi alun-alun hingga kedepan Mesjid dan mengganggu lalu lintas walaupun kendaraan waktu itu hanya Pedati yang ditarik kerbau dan Delman dengan empat kuda.

Di zaman pemerintahan Desa Bapak Tirta karya (1925-1938 M) pasar itu pindah kesebelah utara sampai sekarang. Tanah yang dipakai sekarang tadinya adalah milik Pabrik Gula (PG) Parung Jaya, pada tahun 1930 PG Parung Jaya mengalami kebangkrutan dan tanahnya dijual ke pihak Desa Leuwimunding pada waktu itu Bapak Kuwu Tirta Karya masih memerintah kemudian dibangun kembali pasar sampai sekarang.

Terjadinya pemekaran Desa dilakukan pada masa pemerintahan Kuwu Tirka Karya, Beliau adalah pencetus dan perintis Desa-desa pemekaran dari Desa Leuwimunding. Hingga saat ini Kecamatan Leuwimunding memiliki 14 Desa diantaranya: Desa Leuwimunding, Ciparay, Heuleut, Karangasem, Lame, Leuwikujang, Mindi, Mirat, Nanggerang, Parakan, Parungjaya, Patuanan, Rajawangi dan Tanjungsari. Dari ke 14 Desa tersebut semuanya berbahasa Sunda kecuali satu Desa yang menggunakan bahasa Jawa, yaitu Desa Patuanan. Penduduk asli Leuwimunding menurut cerita berasal dari dari daerah Talaga sekitar abad ke 17 M mereka datang mencari kehidupan baru serta menjalankan misi menyebarkan agama Islam waktu itu Leuwimunding masih kental dengan ajaran Hindu dibawah kekuasaan Kerajaan Galuh, sehingga pantaslah kalau di Leuwimunding tempo “doeloe” menjadi pusat pengembangan agama Islam.

Dari dulu hingga sekarang masyarakat Leuwimunding termasuk masyarakat yang agamis memegang adat dan kesusilaan yang sangat kuat memiliki sifat “nrimo” dan selalu sopan santun, persaudaraan yang kuat serta jiwa gotong royong dikalangan warga masyarakatnya sudah terjalin sejak dahulu kala. Berikut adalah urutan para pemimpin Desa Leuwimunding/Kuwu Leuwimunding dari masa ke masa :

1. Bapak Dukuh : Tahun 1803

2. Bapak Uwa Kedung Bapak : Tahun 1852-1876

3. Bapak H. Tohir Kedung Anak : Tahun 1876

4. Bapak Wangsa Karya : Tahun 1876-1882

5. Bapak H. Tohir : Tahun 1882-1898

6. Bapak Sampeni : Tahun 1898-1902

7. Bapak H. Abdul Hamid : Tahun 1902-1924

8. Bapak Tirta Karya : Tahun 1924-1938

9. Bapak Jam Raksadisastra : Tahun 1938-1941

10. Bapak Adul : Tahun 1941-1962

11. Bapak Basuni : Tahun 1962-1978

12. Bapak Idi Saidi : Tahun 1978-1988

13. Bapak Rachmat Mukti : Tahun 1989-1997

14. Bapak Supandi : Tahun 1999-2002

15. Ibu Eti Nurhati : Tahun 2003-2013

16. Asep Setiadi : Tahun 2013-2019

17. Aang Rukman Lesmana : Tahun 2019-2025

Desa-desa di kecamatan Leuwimunding antara lain:

1. Desa Leuwimunding

2. Desa Leuwikujang

3. Desa Mirat

4. Desa Ciparay

5. Desa Heuleut

6. Desa Tanjungsari

7. Desa Rajawangi

8. Desa Mindi

9. Desa Karangasem

10. Desa Patuanan

11. Desa Lame

12. Desa Parakan

13. Desa Nanggerang

14. Desa Parungjaya

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Leuwimunding,_Majalengka

Anyaman Rotan

pengrajin rotan dan pabrik rotan yang berada di Rajagaluh - Leuwimunding adalah peluang usaha yang sudah berjalan puluhan tahun.

untuk informasi pembelian Produk rotan

bisa kunjungi web : www.takaraliving.com

Potensi Daerah