kabupaten majalengka dulu

Kabupaten Majalengka dulunya sebelum menjadi kabupaten, merupakan bagian dari wilayah kerajaan-kerajaan di Jawa Barat. Pada zaman kerajaan Hindu-Buddha, wilayah ini terbagi menjadi tiga kerajaan, yaitu Kerajaan Talaga Manggung dipimpin oleh Sunan Corenda atau dikenal juga sebagai Sunan Parung, Kerajaan Rajagaluh dipimpin oleh Prabu Cakraningrat, dan Kerajaan Sindangkasih dipimpin oleh Nyi Rambut Kasih.

SEJARAH

8/1/20231 min read

Kabupaten Majalengka dulunya sebelum menjadi kabupaten, merupakan bagian dari wilayah kerajaan-kerajaan di Jawa Barat. Pada zaman kerajaan Hindu-Buddha, wilayah ini terbagi menjadi tiga kerajaan, yaitu Kerajaan Talaga Manggung dipimpin oleh Sunan Corenda atau dikenal juga sebagai Sunan Parung, Kerajaan Rajagaluh dipimpin oleh Prabu Cakraningrat, dan Kerajaan Sindangkasih dipimpin oleh Nyi Rambut Kasih.

Selain itu, pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Kabupaten Majalengka mengalami eksploitasi tenaga kerja romusha dan pembangunan Landasan Udara Militer Jepang di Kawasan Ligung. Lapangan terbang ini selesai dibangun pada tahun 1944 dan pasukan Jepang menggunakan lapangan terbang tersebut untuk operasi militer di Burma (Myanmar) pada tahun 1945.

Pada tanggal 11 Februari 1840, Kabupaten Majalengka secara resmi didirikan berdasarkan Surat Staatsblad No.7 dan Keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda No.2. Ibu kota kabupaten kemudian dipindahkan ke wilayah Sindangkasih dan diberi nama "Majalengka". Nama tersebut masih menjadi misteri, ada legenda yang menyebutkan bahwa "Majalengka" berasal dari ucapan "Majane Langka" yang diucapkan oleh pasukan Cirebon dan Pangeran Muhammad ketika mereka tidak menemukan buah Maja setelah hutan pohon Maja dihilangkan oleh Nyi Rambut Kasih. Namun, menurut penelitian sejarah, nama "Majalengka" juga dapat diartikan sebagai nama lain dari kata "Majapahit".

Sumber:

- [1] Sebuah catatan Majalengka tempo dulu [sumber elektronis] : alam ...

- [2] Kabupaten Majalengka - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia ...

- [3] MUNGGAHAN! Ke Curug Cipeteuy Majalengka Dulu Yuk,